saya ingin berdiri lagi di atas sebuah batu yang menantang saya untuk berada diatasnya
saya ingin sekali lagi merasakan kebebasan di alam terbuka ini
saya ingin sekali untuk sekali saja melihat semuanya berputar diarahnya
hujan batu
badai api
peperangan
bukanlah alasan untuk tetap berdiam memandangi semuanya hancur dan berkeping
saya akan tetap keluar untuk mencari sisa-sisa dari semua yang telah tiada
dan saya akan menarik semuanya untuk bergerak menuju sebuah tempat di mana semua akan lahir kembali
sayatan-sayatan kecil yang menyibakkan darah, panas yang membakar kulit. semua hanya debu
biarlah semua debu itu terus menutupi saya hingga saya tinggallah sebuah nama
langkah lambatku yang terhenti di depan sebuah rumput liar yang terus bergoyang di terpa angin
dia tetap tegar dimana bunga.bunga dan pepohonan musnah
dia tetap berdiri ketika rumah-rumah itu kini menjadi abu
ya. saya harus jadi rumput itu. biarpun ia buruk rupa. namun ia tak pernah hilang
badai,hujan,banjir, gempa bahkan bencana yang terdahsyat di muka bumi inipun tidak sanggup untuk mengoyaknya.
ya... sayalah rumput itu
saya dianggap musuh oleh banyak orang
namun diatas dirikulah orang-orang bermain dengan senang. bertaruh dan menjadikan semua indah
namun aku sering dilupakan saat bunga tumbuh disampingku
saya dimusnahkan, dibakar, diracun. namun akan terus kubagi kebahagiaanku untukmu walau mesti hilang dan tak berbekas
setiap 5 tahun sekali diatas tubuh-tubuhkulah berlari orang-orang yang ingin meraih sebuah tahta.
di atas tubuhkulah perhelatan terbesar di bumi ini terjadi.
salam dari kami para rumput untuk semuanya
Saarbrücken 10.09.2009
05:12
Seta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar